SI Tabby

~end of july 2010~

Dear Sasikirana..

Ibun gak inget kapan kejadian pastinya, tapi kayaknya sebelum bulan puasa 2010 (puasa dimulai tanggal 10 agustus 2010), jadi kita asumsikan saja kejadiannya sekitar akhir bulan July. Oia, sebelum ibun cerita.. Alhamdulillah ramadhan tahun ini Ibun bisa menunaikan ibadah puasa walaupun dalam keadaan hamil, niatnya siyh (kalau bisa) full sampai lebaran, karena tanggal perkiraan bersalinnya beberapa hari setelah lebaran (tanggal 15 sept). Jadi.. selain menunaikan ibadah, puasa tahun ini juga diniatkan agar dapat ridho Allah SWT supaya bisa melahirkan secara normal, tanpa hambatan yang berarti. Aamiiin.. Aamiin.. ya Rabb.

"mirip" tabby

Nah..

Beberapa hari sebelum puasa, Ibun pulang sama ayah naik motor (setelah senam hamil kayaknya), pas mau masuk ke garasi samping ibun denger suara anak kucing, sebenernya ayah sama ibun udah denger dari pas berangkat tadi tapi karena buru-buru gak sempet liat darimana sumber suaranya. Ternyata, suaranya dari depan tempat sampah rumah sebelah.. dan ternyata memang bener, itu suara anak kucing kecil yang bener-bener masih kecil bangettt! Bayi kucing lebih tepatnya, bayi kucing yang belum bisa jalan, belum bisa liat dan cuman nangis-nangis (mengeong) aja. Ibun dan Ayah pikir anak kucing ini ditinggal sama induknya, karena dari yang ibun dan ayah baca, kucing tidak bisa berhitung. Makanya saat memindahkan anaknya dari sarang yang satu ke tempat yang lain, kucing terkadang tidak sengaja meninggalkan anaknya, karena tidak tahu berapa jumlah anaknya. Kasian yah?

Dilemma-nya adalah, dirumah ada si belang dan Oma gak akan ijinin siapapun untuk piara kucing (lagi), tapi waktu itu langit sudah gelap dan sepertinya akan turun hujan besar. Kalau sampai kehujanan, ibun gak yakin anak kucing ini bisa bertahan hidup. Akhirnya ibun minta ijin Oma dan minta Oma untuk liat si bayi kucing yang kasian ini (this poor little kitten, that’s sound a bit better than the translate hehe).

Karena kasian akhirnya si kucing kecil itu dibawa masuk kerumah, dan bener aja.. 5 menit kemudian ujan deres!

Si pus kecil kecil itu kita(ayah dan ibun) kasih nama Tabby, karena garis-garis dimukanya. Fyi, tabby artinya belang (sama aja namanya sama kucing piaraannya Oma). Anyhow, karena stock susu dirumah abis, akhirnya tabby diksh susu kental manis sama Oma, dan akibatnya langsung deh si kucing kecil diare dan lemes.. dan langsung dibawa ke dokter. Setelah dikasih obat si kucing itu agak lumayan, tapi bawel banget! Mungkin karena lapar yah?? Ayah browsing-browsing susu yang cocok untuk bayi kucing, yang cocok ternyata susu bayi yang rendah laktosa. Kasih minum susunya juga harus lewat pipet, karena kalau minum langsung dari mangkok Tabby masih suka keselek dan kecebur kedalam mangkok. Hihihihi.. lucu deh!

Sekarang ini Tabby kurleb udah 1 mo, udah pinter makan dan minum sendiri, dan sekarang udah lincah banget.. lompat dan lari kesana-kesini. Lucuuuu bangett.. nanti kalo Kiran udah lahir, tabby jadi temen mainnya Kiran yah..🙂

1 Komentar

Filed under family, pets

One response to “SI Tabby

  1. oiya lupa bilang, tabby bulunya miriiiip banget sama kucing diatas,, curiganya dia kucing blasteran, hehehe😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s